Monday, March 28, 2016

MotoGP Argentina: Rossi Diprediksi Bangkit

 http://fundate.pen.io/
Hingga kini, Valentino Rossi sudah dua kali mendapatkan kemenangan saat balapan di Argentina. Jelang MotoGP Argentina, pekan depan, The Doctor --julukan Rossi-- diprediksi bisa bangkit.

Rossi gagal mendapatkan hasil bagus kala melakoni seri perdana MotoGP 2016 di Qatar, pekan lalu. Pembalap berusia 37 itu hanya mampu mengamankan posisi empat. Itu menjadi catatan terburuk Rossi ketika balapan di Qatar. Padahal, Rossi selalu mampu meraih hasil bagus di Qatar selama tiga musim sebelumnya.
Musim 2013, mantan rider Honda itu mampu mengamankan posisi runner up. Ia terpaut 5,990 detik dari Jorge Lorenzo yang menjadi juara. Status runner up kembali didapat Rossi pada MotoGP Qatar 2014. Kali ini, ia tertinggal 0,259 detik dari Marc Marquez.

Hasil yang lebih mengesankan mampu diukir Rossi pada MotoGP Qatar 2015. Tak tanggung-tanggung, Rossi tampil sebagai juara setelah menyelesaikan 22 lap dengan waktu 42 menit 35,717 detik. Sayang, sukses itu tak terulang di MotoGP Qatar 2016.

Rossi hanya mampu meraih posisi empat setelah tertinggal 2,387 detik dari Lorenzo yang kembali menjadi juara. Tentu saja, hasil itu tak memuaskan Rossi. Namun, fans Rossi tak perlu khawatir. Itu karena ia punya peluang besar untuk bangkit di Argentina, 3 April 2016.




Sejauh ini, Rossi sudah mengoleksi dua kemenangan di Argentina. Sukses perdana didapat Rossi saat ia masih turun di kelas 250cc pada 1998. Saat itu, Rossi mampu mengungguli rivalnya, Loris Capirossi, dengan selisih waktu 5,360 detik.

Kemenangan terkini Rossi di Argentina didapatkan pada musim lalu. Memulai balapan dari urutan empat, Rossi sukses mencetak kemenangan dengan keunggulan 5,685 detik dari pembalap di urutan kedua.

The Doctor tentu terpacu mencetak kemenangan ketiga di Argentina. Satu kemenangan lagi akan membuat Rossi sejajar dengan Tom Phillis, Hugh Anderson, dan Mick Doohan sebagai pengoleksi kemenangan terbanyak di Argentina.
Bayar Kepercayaan Yamaha
Kemenangan di Argentina juga wajib diraih Rossi untuk membuktikan bahwa Yamaha tak salah memperpanjang kontraknya. Sebelum balapan di Qatar, Rossi dan Yamaha meneken kesepakatan baru. Kerja sama di antara keduanya akan berlangsung hingga akhir musim 2018.





Tentu saja, Rossi berharap bisa membayar kepercayaan dengan meraih gelar juara dunia di musim ini. Untuk mencapai hal itu, Rossi wajib segera meraih kemenangan untuk bersaing dengan Lorenzo dan Marquez. Terlebih, Rossi sudah menyatakan ini adalah kontrak terakhirnya bersama Yamaha.

"Saya pikir harapan kami sangat besar. Dan ini sepertinya bakal menjadi kontrak terakhir saya di MotoGP," ucap mantan pembalap Ducati tersebut.




Nama lengkap: Valentino Rossi
Julukan: The Doctor
Kelahiran: Tavullia, Italia, 16 Februari 1979
Kebangsaan: Italia
Tim: Yamaha
Nomor motor: 46

Rossi & MotoGP
Start GP: MotoGP Afrika 2000
Podium pertama: MotoGP Spanyol 2000
Kemenangan pertama: MotoGP Inggris 2000
Juara dunia: 6 kali (2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009)
Balapan: 238
Menang: 73
Podium: 152
Pole position: 47
Fastest lap: 58
Total poin: 3.942

Juara Baru di MotoGP Argentina?

Marc Marquez memenangi MotoGP pertama di Autodromo Termas de Ro Hondo 2014 lalu, diikuti Valentino Rossi di 2015. Akankah ada juara baru lagi di MotoGP Argentina?

Balapan kedua MotoGP musim ini akan digelar di Autodromo Termas de Ro Hondo, Argentina, Minggu (3/4/2016) akhir pekan ini. Dua nama berbeda sudah tampil sebagai pemenang kelas primer di sirkuit ini, dan berpotensi memunculkan nama ketiga pada balapan nanti.

Usai memenangi balapan di Qatar, Jorge Lorenzo jelas bisa disebut sebagai kandidat pertama pemenang di Argentina. Tapi Lorenzo juga sejauh ini tak punya catatan apik di sana, karena prestasi terbaiknya hanya finis ketiga di 2014. Tahun lalu, Lorenzo malah harus puas finis di posisi lima.

Jika bisa menemukan laju yang oke sepanjang akhir pekan, Lorenzo masih harus sangat waspada dengan para pebalap Ducati di trek ini. Sebab di Qatar lalu mereka sudah menunjukkan potensi bagus, di mana Andrea Dovizioso finis runner-up dan Andrea Iannone sempat melaju baik di depan rekan setimnya itu, meski akhirnya terjatuh.

Salah satu faktor yang menguntungkan Ducati adalah trek lurus sepanjang 1.076 meter. Ducati yang dikenal unggul dalam aspek tenaga motor bisa mencatatkan kecepatan puncaknya di sana. Ducati sendiri musim lalu sukses menempatkan Dovizioso di posisi dua, di belakang Rossi yang juara.

Rossi sendiri bakal punya tantangan besar untuk kembali mencatatkan kemenangan di MotoGP Argentina. Musim lalu dia memang tampil impresif, memenangi balapan setelah start dari posisi delapan.

Rossi saat itu juga membuktikan mampu menyaingi kecepatan Marquez yang oke sepanjang akhir pekan. Marquez malah harus terjatuh setelah menyenggol ban belakang Rossi.

Tapi di Qatar kemarin, laju Rossi bisa dibilang masih kurang oke dan akhirnya hanya finis keempat. Tapi potensi untuk kembali memberikan kejutan seperti musim lalu tentu tetap terbuka. Hanya saja pria 37 tahun itu butuh menemukan setelan pas untuk bersaing dengan para rivalnya di posisi depan.

Di lain sisi, Marquez yang sepanjang pramusim kesulitan menemukan kekuatan optimal RC213V miliknya, tampil cukup baik di Qatar. Pebalap 23 tahun itu mampu finis ketiga dan bukan tak mungkin merebut kemenangan di Argentina.

Tapi sebagaimana dengan Rossi dan Movistar Yamaha, Marquez dan tim Repsol Honda masih perlu memoles motornya untuk bersaing di baris terdepan.

Autodromo Termas de Ro Hondo sendiri merupakan sirkuit dengan panjang 4,8 km, dengan arah mengikuti jarum jam atau clockwise. Oleh karena itu trek ini punya lebih banyak tikungan ke kanan, yakni sembilan berbanding lima yang ke kiri.

Karakternya adalah fast flowing dengan tikungan-tikungan cepat. Titik terkencangnya adalah antara tikungan tiga dan lima, di mana sejauh ini Stefan Bradl memegang rekor top speed di angka 334,1 km/jam.

Setelah Marquez dan Rossi, akankah ada juara baru di Argentina? Atau justru dua nama tersebut kembali bersaing kompetitif di baris terdepan dan tampil sebagai pemenang?

Ducati Sebut Stoner Belum Siap Membalap Lagi

Ducati akhirnya buka suara terkait kegagalan Casey Stoner menggantikan Danilo Petrucci pada seri perdana MotoGP 2016. Ternyata pembalap asal Australia itu masih belum siap untuk kembali bersaing dengan pembalap lainnya.

Stoner kembali ke sirkuit setelah memutuskan pensiun dua tahun lalu. Sirkuit Sepang menjadi saksi perdana bagi pembalap berusia 30 tahun tersebut untuk 'turun gunung'.
Baca Juga
Namun kehadirannya di Malaysia hanya sebatas sebagai pembalap penguji Tim Ducati. Ia juga kembali menjajal motor Ducati terbaru di Sirkuit Losail dua pekan lalu.

Isu Stoner akan kembali turun di balap resmi mencuat setelah Danilo Petrucci cedera. Stoner diharapkan mampu menggantikan pembalap tim satelit Ducati tersebut dalam tiga seri pembuka.

"Ya kami memang menawarinya untuk menggantikan Petrucci. Tetapi pada akhirnya kami memutuskan dia tidak siap secara fisik," ujar manajer Ducati, Gigi Dall'lgna seperti dilansir Gazetta World.

"Dia baru membalap lagi di Sepang setelah enam bulan tidak naik motor. Intinya, tidak masuk akal memasukkannya dalam perlombaan saat dia tidak ada kekuatan," ujarnya menambahkan.

Meski demikian Gigi tak menutup kemungkinan Stoner akan membalap lagi musim ini. Terlebih, rumor menyebutkan ia akan mendapat wild card di kandangnya, Sirkuit Phillip Island, Australia akhir tahun nanti.

"Stoner tetap sebagai pembalap penguji Ducati. Saya senang melihatnya mencoba motor dan komponen baru kami. Namun kita tunggu saja yang terjadi tengah musim nanti," kata Gigi.